Rabu , 7 Desember 2016

Anti SBY Kubur Diri

NONSTOP, ANTI-Menjelang gerakan demo kudeta Presiden SBY dan Wapres Boediono yang digelar pada 25 Maret, mulai memanas. Kemarin, seorang wanita berumur 22 tahun nekat melakukan aksi kubur diri di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi kubur diri yang dilakukan oleh Siti Hapsah ini untuk meminta agar SBY-Boediono turun dari kursinya karena gagal memimpin negara. “Saya melakukan aksi ini karena sudah muak dengan rezim SBY-Boediono yang menyengsarakan rakyat,” terang warga Jawilan, Serang, Banten.
Siti mengaku, aksi kubur diri ini tidak ada paksaan dari pihak manapun. Ia telah meminta izin ibunya untuk melakukan aksi kubur diri. Setelah tubuhnya diuruk tanah seleher, beberapa teman Siti menaburkan bunga tujuh rupa.
Layaknya seperti jenazah, Siti juga dibacakan doa agar aksinya selamat. “Saya akan kubur diri hingga SBY-Boediono mundur,” ungkap Siti. Seperti diketahui, aksi demo kudeta akan digelar pada tanggal 25 Maret 2013 dan ribuan aktivis mahasiswa akan mengepung Istana Negara.
Hingga kemarin malam, kelompok anti SBY-Boediono belum juga mengurus izin untuk menggelar demo. “Kepolisian berharap unjuk rasa berlangsung damai, tidak merugikan orang lain, dan tidak membawa barang-barang seperti senjata tajam, air keras dan barang berbahaya lainnya,” kata Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/3).
Boy mengimbau, para pengunjuk rasa tidak terprovokasi sehingga bisa menimbulkan gangguan keamanan. “Saya tidak yakin aka ada gerakan gulingkan pemerintah (kudeta),” ucapnya.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal Marciano Norman sebelumnya mengatakan akan ada aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (25/3). Agenda aksi unjuk rasa itu, kata dia, adalah menuntut agar SBY turun dari jabatannya.
Sedangkan SBY juga sudah melakukan konsolidasi untuk membendung aksi kudeta dengan mengundang para jenderal serta beberapa aktivis yang pro Istana. “Kita hadapi tahun politik ini dengan doa,” tegasnya.
Sementara itu Effendi Choirie alias Gus Choi dan mantan Menko Perekonomian era Gus Dur Rizal Ramli menilai, kalau aksi tanggal 25 Maret sebagai gong untuk memulai perlawanan kepada SBY. Aksi itu berlangsung di Jakarta dan wilayah Jawa dengan total 17 provinsi.
“Jadi kami melalui presidium, minta dukungan H-4 di seluruh Indonesia di seluruh sektor menyertakan ultimatum,” ujar Gus Choi yang baru saja dipecat dari anggota DPR Fraksi PKB karena sering mengkritik SBY.(OTK)

Check Also

Dengan 5S, Oso Yakin Kembalikan Kejayaan Pendidikan di Indonesia

thejak.co – Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang bertekat keras untuk memajukan pendidikan di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *